Kapan Saat yang Tepat Belanja Buah?

Banyak sekali pilihan buah-buahan konsumsi yang ada di pasaran, dari berbagai ukuran, rasa dan warna. Dengan banyaknya pilihan tersebut, kadang kita dihadapkan pada kebingungan, manakah yang harus dibeli. Untuk anda pencinta buah, tentu selera pribadi jadi jalan termudah untuk memutuskan. Tapi ada cara bijak untuk menentukan pilihan, karena semakin beragam buah yang anda konsumsi, semakin beragam kandungan gizi, nutrisi dan otomatis semakin banyak juga manfaatnya bagi tubuh.

Pertama yang harus anda sadari adalah kebutuhan anda pribadi maupun keluarga tercinta terhadap kandungan nutrisi buah. Sebagai contoh, ketika di keluarga ada yang sedang terkena virus influenza, kebutuhan vitamin C meningkat. Maka yang harus anda prioritaskan adalah pilihan buah yang mengandung banyak vitamin C, misalnya jeruk, kiwi, buah naga atau tomat. Tapi kadang anda dihadapkan pula dengan kondisi sebaliknya, anda harus menghindari buah tertentu karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Misalnya apabila anda dan anggota keluarga ada yang menderita sakit maag, maka buah-buahan dengan kandungan asam tinggi lah yang harus dihindari. Untuk tahu buah mana yang harus dipilih dan dihindari karena penyakit tertentu, tentu pengetahuan anda soal kandungan zat dan nutrisi di dalamnya harus baik.

Selain mengenai kebutuhan, hal lain yang menjadi pertimbangan adalah ketersediaan jenis buah tertentu di pasaran. Biasanya secara umum, pasar dalam ruang lingkup terbatas memiliki keseragaman, misalnya di satu kota atau kecamatan di bulan tertentu, pasar buah dibanjiri dengan buah salak. Kondisi ini terjadi karena simpul jaringan pemasaran yang seragam serta musim panen di wilayah produsen. Musim panen buah berpengaruh pada stock buah tersebut di pasaran serta tentu pada harga-nya. Di awal-awal musim buah tertentu, harga akan cenderung lebih tinggi dan akan mengalami koreksi ketika permintaan meningkat, kemudian akan cenderung terus menurun ketika suplai lebih banyak di pasaran. Saat terbaik untuk berbelanja buah adalah saat suplai di pasaran sudah cenderung lebih banyak, sehingga harganya lebih rendah. Tapi tidak mudah menebak kapan harga akan turun, karena lama musim suatu jenis buah berbeda-beda dan kadang dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di alam. Misalnya ketika cuaca berubah drastis secara global dan mempengaruhi hasil panen.

Sekarang banyak sekali kita temukan para distributor buah dadakan di musim buah tertentu. Sebagai contoh di Jakarta, awal tahun antara bulan Februari-Maret, buah dukuh sedang musim. Banyak sekali pedagang dukuh dadakan muncul di wilayah tertentu. Sepanjang ruas jalan terkadang kita bisa menemui deretan penjaja dukuh menjual dengan harga yang sama. Selain itu sering kita temui penjual buah langsung menjajakan dagangannya di atas mobil bak / truk tanpa harus menyewa kios atau ruko. Secara sepintas kita akan menganggap mereka menjual dengan harga lebih murah, karena mereka memperoleh buah langsung dari petani atau pengumpul di daerah dan tidak perlu membayar sew ruko/tempat dan overhead-nya.

Berbeda dengan penjual di pinggir jalan, penjual dadakan di atas kendaraan atau di pasar, harga buah di supermarket sudah ditentukan secara jelas. Tidak perlu melewati proses tawar menawar, anda dapat dengan mudah mengkalkulasi calon belanja pengeluaran dengan melihat harga per kilo-nya. Tapi kelemahannya adalah harganya cenderung lebih tinggi dibanding di tempat lain. Untuk anda yang menginginkan kemudahan tanpa proses berbelit-belit, cara ini paling tepat.

Dengan kondisi ekonomi yang semakin berat, kejelian kita memilah kebutuhan, keinginan dan belanja sangat dibutuhkan. Ketahui kapan waktu yang tepat untuk berbelanja jenis buah tertentu.

copyright 2015 bedahbuah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s