Rujak Serut Taman Kuliner Cirendeu

Kali ini bedahbuah akan membahas salah satu jajanan segar yang sudah mulai susah ditemui yaitu rujak serut. Rujak serut biasanya disajikan dalam salah satu acara tradisi 7 bulanan (untuk mendoakan bayi dalam kandungn) dalam budaya Jawa atau Sunda. Para tamu diberikan uang yang terbuat dari pecahan genteng atau batu bata merah yang dibentuk bulat seperti koin dan ditukar dengan satu pincuk kecil rujak. Tapi anda tidak perlu hamil 7 bulan atau menunggu hadir ke acara tersebut untuk menikmati rujak ini bukan?. Setiap hari anda bisa menikmati kesegaran rujak ini. Dan tentu anda dapat menikmatinya dalam porsi besar atau sepuasnya, dengan tingkat pedas sesuai selera.


Apabila anda tinggal di Jakarta Selatan, silahkan arahkan kendaraan anda menuju Taman Kuliner Cirendeu, sekitar jalan Bukit Cirendeu, jalan yang menghubungkan Ciputat dan Jalan Raya Cirendeu. Lokasinya tidak jauh dari bandara Pondok Cabe. Di ujung pertigaan jalan akses menuju kawasan taman kuliner ini anda akan menemukan satu gerobak kecil penjual rujak dan buah potong. Sebetulnya abang rujak ini adalah penjual rujak ulek, hanya beberapa orang yang tahu kalau tersedia juga rujak serut. Anda tidak akan tahu bila tidak bertanya atau melihat pembeli sebelumnya memesan rujak serut. Gerobaknya hanya akan anda temui setiap hari setelah jam 10.30 dan jangan kaget bila sudah kehabisan di jam 2-an. Antriannya cukup ramai dan kadang tidak berhenti sampai stock buah di gerobaknya habis ludes.
Bedahbuah merekomendasikan sajian kuliner ini karena rasa rujaknya yang istimewa, didapatkan dari bahan-bahan (gula merah dan buah) berkualitas tinggi. Setelah anda memesan dan menyebutkan tingkat kepedasannya, sang abang akan mulai menyiapkan bahan-bahan berupa gula merah, kacang tanah dan sedikit garam di atas cobek. Sedikit potongan pisang raja mentah, nanas, pepaya dan ,belimbing ditambahkan. Untuk menghasilkan bumbu rujak yang kaya dengan air / kuah, si abang tidak menambahkan air putih tapi menekan belimbing agar keluar juice-nya. Berikutnya buah-buahan segar diserut, dimulai dengan bengkuang, ubi merah, mangga mentah, jambu air, pepaya mangkel dan kedondong. Setelah semua buah diserut, bahan-bahan diaduk merata dan dipindahkan ke kertas pembungkus. Sebagai finishing touch, si abang menggerus kacang tanah goreng tidak sampai halus dan menaburkannya diatas rujak. Selesai! anda bisa membawanya pulang ke rumah.
Untuk menyajikannya, kami menyarankan terlebih dahulu didinginkan di lemari es sampai terasa dingin. Dalam cuaca panas, sangat segar dinikmati, gabungan rasa dingin, manis dan pedasnya sangat pas dan pastinya membuat anda ketagihan.

 

Artikel lain:

Menikmati Durian di Ucok Medan

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s