Buah-Buahan Hasil Rekayasa Genetik, Amankah Dikonsumsi?

Kalau anda iseng-iseng browsing di situs pencarian dengan kata kunci rekayasa genetik buah-buahan, akan terpampang artikel baik dalam blog maupun berita yang muncul dan bernada negatif. Rekayasa genetik atau dalam bahasa Inggris Genetically Modified Organisms (GMOs) ditengarai dapat menimbulkan efek negatif dalam jangka panjang untuk kesehatan manusia. Sebelum membahas akibat-akibat yang mungkin ditimbulkan, mari kita mulai pembahasan dari apakah rekayasa genetik itu?

Bertahun-tahun para ilmuwan melakukan berbagai percobaan untuk menghasilkan buah-buahan (dan sayuran) yang berkualitas lebih tinggi, tahan lama, menarik secara penampilan, berukuran lebih besar dan lebih ekonomis atau menghasilkan buah tanpa biji. Semua penelitian dan pengembangan tersebut dilakukan tidak lain untuk kepentingan manusia sebagai konsumen. Biaya sangat tinggi dikeluarkan untuk melakukan hal tersebut, baik oleh lembaga-lembaga riset akademis maupun lembaga riset swasta yang disokong oleh industri pertanian & perkebunan. Dikutip dari litbang pertanian, rekayasa genetik untuk menghasilkan buah tanpa biji dilakukan dengan menyisipkan gen partenokarpi ke dalam kromosom tanaman target. Salah satu contoh gen partenokarpi adalah DefH9-iaaM. Gen ini dihasilkan oleh Dr. Rotino dan kawan-kawan dari Pusat Penelitian Sayuran di Montanazo, Milan-Italia. Gen ini diisolasi dari bakteri Pseudomonas dan dapat mengekspresikan senyawa prekursor IAA (auksin) pada awal pembungaan di bagian bakal biji (ovul) dan plasenta. Senyawa ini dapat menggantikan peran biji pada proses pembentukan buah, sehingga tanaman dapat menghasilkan buah tanpa biji. Contoh lain adalah penerapan pada buah anggur tanpa biji, biasanya diperoleh dengan menyemprotkan hormon giberellin pada pentil buah (buah yang sangat muda). Hingga pertumbuhan biji akan terhambat. Namun kelemahan anggur seedless ini kecil-kecil. Hingga biasanya anggur seedless tidak dijadikan buah meja melainkan dikeringkan menjadi kismis (sumber). Pada intinya rekayasa genetik ini adalah melakukan perubahan pada DNA tanaman dengan menyusupkan hormon atau gen lain pada tanaman target.

Foto662

Buah-buahan hasil rekayasa genetik dapat mudah dikenali dari fisiknya, umumnya terlikat seperti kosmetik, lebih menarik, lebih bulat, terlihat lebih cair dan lebih bersinar. Secara alami, buah tumbuh tidak seragam, memiliki bentuk dan ukuran berbeda satu sama lain. Buah hasil rekayasa genetik umumnya cenderung seragam.

Pertanyaan selanjutnya adalah, di pasaran, buah rekayasa genetik ini bagaimana keberadaannya?. Pada umumnya buah hasil rekayasa genetik adalah buah import, Amerika Serikat, Argentina, Brazil, India dan China adalah negara-negara untama penghasil buah GMOs. Petani buah lokal masih belum melakukan pengembangan buah dengan metode ini, karena biayanya yang sangat tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan dilakukan di masa depan. Buah-buahan ini biasanya didistribusikan di supermarket bukan di pasar tradisional.

Lantas apakah berbahaya buah hasil GMOs bila dikonsumsi?, tentu kembali lagi kepada anda masing-masing, kalau anda percaya bahwa buah-buah tersebut aman untuk kesehatan karena telah disetujui oleh berbagai badan kontrol makanan, silahkan dikonsumsi. Kalau anda percaya bahwa mengkonsumsi buah GMOs bisa mengakibatkan kerugian pada kesehatan anda, silahkan ditinggalkan dan lebih baik mengkonsumsi buah-buahan organik. Asumsi para peneliti yang percaya buah hasil rekayasa memiliki efek negatif terhadap tubuh, akibat perubahan gen bisa meningkatkan racun yang dikandung dalam buah, buah secara alami memiliki racun dalam porsi sangat kecil. Efek lainnya adalah menurunkan kandungan nutrisi alami buah tersebut dan menjadikan manusia yang mengkonsumsinya resisten terhadap antibiotik.

Buah-buahan dengan proses rekayasa genetik sebetulnya sudah ditandai, pada buah import biasanya disertakan label berbentuk sticker kecil. Terdapat kode angka di bagian atas sticker tersebut, kode awal untuk buah adalah 4 digit, misalnya pisang 4011, apel fuji 4131. Kode tambahan-lah yang menandakan buah dihasilkan melalui rekayasa genetik, dengan menggunakan angka 8 di depan kode buah. Jadi pisang dengan proses rekayasa genetik memiliki kode 84011. Sedangkan angka 9 di belakang kode buah menandakan buah organik, contoh untuk pisang 40119.

A

Buah organik tentu pilihan buah paling aman dikonsumsi, karena diolah dengan cara alami dan dengan pupuk organik. Dan akan lebih bijaksana apabila anda memilih buah lokal yang dihasilkan petani buah kita dibanding buah import. Selamat memilih!.

sumber:

Tribun Timur

Litbang Pertanian

Tersoorat.com

Soloraya

Selfiertanti

 

Artikel lain:

Buah yang Paling Banyak Tercemar Pestisida dan Pengawet

Biji Apel Mengandung Racun

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s