Mitos yang Salah Tentang Buah-Buahan

Dengan mudahnya mengakses informasi mengenai apapun di dunia internet saat ini, kadang kita harus pandai menyeleksi manakah berita yang bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan mana yang tidak. Tapi sejak dulu, informasi mengenai buah-buahan sudah dikenal dari mulut ke mulut. Ada berbagai mitos tentang buah yang kadang salah., berikut ini adalah beberapa diantaranya:

1.Buah segar adalah yang terbaik

Sebuah pernyataan yang sering dilontarkan, bahwa mengkonsumsi buah segar adalah yang terbaik bila dibandingkan dengan buah yang dikeringkan, dikalengkan, dibuat jus atau yang dibekukan. Kita tidak bisa memukul rata pernyataan ini, karena akan sangat bergantung dengan jenis buah dan kondisinya. Buah dalam bentuk apapun memiliki kandungan yang penting dan baik untuk tubuh. Beberapa proses pengolahan buah yang dilakukan segera setelah panen justru bisa mempertahankan kandungannya dalam komposisi terbaik. Proses transportasi buah dari perkebunan, pengumpul, pasar dan penjual kadang mengakibatkan proses berkurangnya kandungan buah karena berbagai kondisi, seperti terpapar sinar matahari, terjemur, atau terkena asam karena tetesan hujan misalnya.

2. Hindari konsumsi buah dalam bentuk Jus

Jus 100% adalah pengolahan buah dalam bentuk jus tanpa campuran bahan lain, sehingga kandungan nutrisi dan zat berguna lainnya tidak bereaksi dengan zat lain. Hal yang kurang baik adalah ketika kita mencampur jus dengan gula baik dalam bentuk gula pasir, gula cair atau sirup. Satu-satunya kekurangan jus adalah kandungan serat alami, yang disediakan buah dalam bentuk aslinya.

3. Makin berwarna buah, semakin banyak kandungan nutrisinya

Memang warna pada buah menunjukkan kandungan nutrisi khusus di dalamnya, tapi bukan berarti warna berbanding lurus dengan kandungan nutrisi dan zat berguna lainnya. Buah dengan warna putih atau pucat seperti bengkuang pun memiliki kandungan yang sama pentingnya dengan buah lainnya.

4. Kandungan gula dalam buah tidak baik untuk tubuh

Sebuah pernyataan yang sama sekali salah, karena kandungan gula alami pada buah berbeda dengan gula tambahan yang biasa diproduksi manusia. Banyak pendapat gula dalam buah juga dapat meningkatkan resiko diabetes dan menaikkan berat badan (tidak menguntungkan untuk program diet). Kandungan gula/karbohidrat pada buah adalah fruktosa yang juga dikenal dengan gula buah. Justru gula buah membantu metabolisme glukosa dalam darah, seperti penelitian pada strawberry.

5. Buah itu mahal

Beberapa pendapat menyatakan secara ekonomis, buah memberatkan apalagi untuk kalangan menengah ke bawah. Pernyataan yang layak diperdebatkan, karena keragaman buah memberikan banyak pilihan untuk setiap keluarga, untuk disesuaikan dengan status ekonomi masing-masing. Harga buah dipasaran memilki rentang yang cukup luas, mulai dari yang paling murah sampai termahal. Buah seperti pisang, pepaya, salak, belimbing dan jeruk masih dapat ditemukan dengan harga sangat terjangkau. Memang buah impor yang memberikan kesan harga buah tinggi dan tidak terjangkau. Bahkan ketika dibandingkan secara langsung dengan harga rokok misalnya, buah seharusnya bisa menjadi pilihan lebih utama, karena memberikan manfaat yang lebih maksimal untuk seluruh keluarga.

 

disarikan dari more matters

sumber gambar:

http://health.detik.com/read/2015/05/16/130841/2916348/1410/buah-high-gi-seperti-mangga-juga-bisa-bikin-jerawatan-mitos-atau-fakta

 

Artikel terkait:

https://bedahbuah.net/2015/06/05/fakta-fakta-menarik-dari-buah-buahan/

https://bedahbuah.net/2015/05/11/mengkonsumsi-buah-nanas-menggugurkan-kandungan-mitos-atau-fakta/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s