Menyikapi Isu Kontaminasi Bakteri Dalam Buah Melon di Australia

Beberapa hari ini dunia maya dihebohkan dengan berita kontaminasi bakteri pada buah rock melon (cantaloupe) di Asutralia yang memakan korban 4 nyawa. Disebutkan 17 orang terinfeksi dan dalam penanganan intensif. Pemerintah Australia dengan cepat menarik peredaran melon yang berasal dari pertanian negara bagian New South Wales (NSW), yaitu sekitar Nericon yang berdekatan dengan kota Griffith. 17 kasus infeksi berada di daerah NSW, Tasmania dan Victoria. Beberapa negara pengimpor melon dari Australia sigap menghentikan peredaran di negaranya dan menghentikan sementara impor buah tersebut.

Reaksi masyarakat Indonesia cukup beragam, tapi tentu kekhawatiran akan keselamatan keluarga dan orang tersayang mendominasi. Beberapa ibu cukup panik dan segera menghentikan pembelian buah melon jenis ini, bahkan beberapa buah impor lainnya.

Sebetulnya apa yang harus kita lakukan menanggapi berita tersebut? yang pertama adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai isu tersebut, kedua menunggu reaksi pemerintah atas kejadian tersebut. Hal tersebut kita lakukan agar tidak panik, untuk menghindari kesalahan dalammelakukan keputusan.

rockmelon
Potongan Rock Melon / Channel News Asia / AFP

Sebagai informasi, bakteri yang mengkontaminasi buah melon di Australia adalah listeria monocytogenes yang umumnya disingkat dengan listeria saja. Bakteri ini ditemukan sangat berbahaya bagi manusia yang berada dalam kondisi tertentu, pertama adalah manula, kemudian ibu hamil dan orang yang berada dalam kondisi kesehatan menurun, seperti terkena diabetes dan kanker. Dua dari korban tewas di Australia adalah manula. Untuk manusia umumnya, bakteri ini tidak menyebabkan sakit, bahkan menurut penelitian, 1-10 % manusia memiliki bakteri ini dalam ususnya.

Listeria umumnya terdapat dalam tanah, air dan tanaman yang telah terkontaminasi kotoran manusia dan hewan. Mengapa rock melon terkontaminasi?, asumsinya adalah karena tekstur kulit melon yang bergelombang kasar menjadi tempat yang nyaman untuk bakteri ini berkembang biak. Bahkan stelah dibersihkan dengan air bersih, akan ada bakteri yang tertinggal. Kemudian ketika buah dibelah, bakteri akan menempel di pisau dan selanjutnya mengkontaminasi daging buah.

4351
Melon yang Terkontaminasi / Guardian

Ketika seseorang terkontaminasi bakteri listeria, mereka akan merasakan gejala-gejala umum seperti awal flu, yaitu meriang dan sakit otot. Masa inkubasi penyakit ini cukup panjang, adalah sampai 70 hari. Gejala tersebut, selanjutnya akan meningkat menjadi batuk-batuk, diare dan infeksi sistem peredaran darah dan otak.

Menurut penelitian, bakteri ini termasuk sangat kuat, tahan terhadap panas, asam dan garam serta mampu bertahan dalam suhu 4 derajat celcius, yang berarti masih dapat hidup dalam lemari pendingin.

Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Pertanian melakukan reaksi cepat dengan mengeluarkan Keputusan Menteri tentang Penutupan Pemasukan Rock Melon dari Negara Australia ke Dalam Wilayah NKRI (207/Kpts/KR.040/3/2018) yang diberlakukan sejak 3 Maret 2018. Selain mengatur soal pemberhentian impor, peraturan ini juga mengatur pemusnahan. Menurut data kementrian, sudah tidak ada aktivitas impor buah jenis ini dari Ausrtralia sejak tahun 2017, sehingga masyarakat tidak perlu panik. Sudah bisa dipastikan, buah melon yang berada di pasaran adalah hasil produksi dalam negeri. Untuk memastikan kesehatan masyarakat, petugas karantina Kementrian Pertanian akan melakukan menolakan dan pemusnahan apabila menemukan masuknya buah yang teridentifikasi eks impor (dari Australia) yang masuk dari Malaysia dan Singapura.

Dengan informasi yang cukup, kita tidak perlu panik dan menanggapi berlebihan isu ini dan tetap bisa mengkonsumsi buah yang berada di pasafran dengan tenang. Tapi tentu tetap wapada dengan memperhatikan kebersihan.

 

sumber:

Channel News Asia, Asia One, The Australian, The Guardian, Pikiran Rakyat, Netral News

Tempo.co

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s